Pulau Madura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini
Madura مدورا
Madura bull racing 1999.jpeg
Karapan sapi di Sumenep, Madura.
Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 7°0′ LS 113°20′ BT
Kepulauan Kepulauan Sunda Besar
Jumlah pulau 127 Pulau
Pulau besar Pulau Madura, Kepulauan Kangean, Kepulauan Masalembo.
Luas 4,250 km²
Puncak tertinggi Bukit Geger,
Bukit Payudan
Negara
Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Demografi
Populasi 3.625.000 (per 2010)
Kepadatan 829/km²
Kelompok etnik Madura

Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2 (lebih kecil daripada pulau Bali), dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa.

Suku Madura merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara ,serta sebagian Malang .

Disamping suku Jawa dan Sunda, orang Madura juga banyak yang bertransmigrasi ke wilayah lain terutama ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta ke Jakarta,Tanggerang,Depok,Bogor,Bekasi,dan sekitarnya, juga Negara Timur Tengah khususnya Saudi Arabia. Beberapa kota di Kalimantan seperti Sampit dan Sambas, pernah terjadi kerusuhan etnis yang melibatkan orang Madura. Orang Madura pada dasarnya adalah orang yang suka merantau karena keadaan wilayahnya yang tidak baik untuk bertani. Orang Madura senang berdagang, terutama besi tua dan barang-barang bekas lainnya. Selain itu banyak yang bekerja menjadi nelayan dan buruh,serta beberapa ada yang berhasil menjadi,Tekonokrat,Biokrat,Mentri atau Pangkat tinggi di dunia militer.

Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang temperamental dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja. padahal orang madura itu adalah orang yang mudah menerima keadaan, berusaha mengalah, dan cenderung berprasangka baik pada orang lain. Hal inilah yang sering melahirkan pemikiran untuk memperdayai dan memanfaatkan keluguan orang madura. sehingga pada akhirnya ketika orang madura berusaha membela diri, emosi dan membalas secara fisik, terlihat seperti suku yang tempramental. hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh penjajah Belanda pada jaman dahulu untuk memecah belah persatuan bangsa. Untuk naik haji, orang Madura sekalipun miskin pasti menyisihkan sedikit penghasilannya untuk simpanan naik haji. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan larung sesaji).

Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa angok pote tollang, atembang pote mata. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Sifat yang seperti ini melahirkan tradisi carok pada masyarakat Madura.

Tentang Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang

 
Universitas Muhammadiyah Malang
Didirikan 1964
Jenis Perguruan Tinggi Swasta
Rektor Dr. Muhadjir Effendy, MAP
Situs Rektor UMM
Lokasi MalangJawa Timur
Situs web http://www.umm.ac.id
Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta di Kota MalangUniversitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah.

UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didesain dengan cermat menjadikan UMM sebagai “The Real University”, yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi

Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di jalan benduangn bandung, kampus dua di sumbersari dan kampus tiga di tegal gondo. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program pasca sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus fakultas kedokteran dan program D3 akademi perawat. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Fakultas-Fakultas

Pada awal berdiri, UMM baru membuka beberapa fakultas, yaitu fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hukum, Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta jurusan Ilmu Agama (Cabang dari FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta). Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan zaman, maka UMM telah membuka fakultas-fakultas lain, yaitu Fakultas Teknik,Fakultas PertanianFakultas Peternakan dan PerikananFakultas PsikologiFakultas KedokteranFakultas Ilmu Kesehatan terdiri dari D3 dan S1 Keperawatan, Farmasi serta Program Pasca Sarjana yang masing-masing mengembang beberapa jurusan.

[sunting]Program Diploma 3 (D3)

Terdiri dari 3 Program Diploma, antara lain:

  • Program D-3 Keperawatan
  • Program D-3 Elektronika
  • Program D-3 Keuangan dan Perbankan

[sunting]Program Sarjana (S1)

Terdiri dari 10 Program Sarjana, antara lain:

  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Pertanian dan Peternakan
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

[sunting]Program Magister (S2)

Terdiri dari 7 Program Magister, antara lain:

  • Magister Manajemen
  • Magister Agama Islam
  • Magister Hukum
  • Magister Kebijakan Pendidikan
  • Magister Psikologi
  • Magister Sosiologi
  • Magister Agribisnis

[sunting]Program Doktoral (S3)

Terdiri dari 1 Program Doktoral, antara lain:

  • Ilmu Sosial & Ilmu Politik

[sunting]Mahasiswa

Saat ini UMM mendidik tidak kurang dari 45.900 mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari NAD hingga Papua. Jumlah tersebut termasuk mahasiswa luar negeri, yaitu dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Australia dan Timor Leste. Mereka mempunyai latar belakang umur, budaya, suku ras, agama, kondisi sosial dan asal SLTA yang berada. Sehingga, menampak gerbang UMM ibarat masuk ke dalam “Dunia Mini” tempat berinteraksi antar individu dan komunitas yang beragam latar belakangnya.

[sunting]Dosen dan staf teknis

Di bidang akademik, UMM terus mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian yang berstandar internasional serta didukung dosen yang qualified. Hal ini dilakukan, karena UMM telah bertekad menjadi The Real University. Saat ini, UMM mempunyai staf pengajar tidak kurang 750 orang dengan kualifikasi pendidikan hampir 80% lulusan S2, 15% S3 dan Guru Besar sedangkan sisanya masih lulusan S1 dari berbagai PT dalam dan luar negeri. Selain itu UMM juga didukung oleh ratusan staf administrasi, teknisi dan laboran yang masing-masing ahli di bidangnya. Untuk meningkatkan Skill dan kualitas SDM, UMM secara berkala mengirimkan dosen dan staf teknis ke luar negeri untuk mempelajari dan mendalami ilmu dan pengetahuan di semua bidang

The development of knowledge

Context

The application of knowledge is now recognized to be one of the key sources of growth in the global economy. The term Knowledge Economy (KE) has been coined to reflect this increased importance of knowledge. A knowledge economy is one where organizations and people acquire, create, disseminate, and use knowledge more effectively for greater economic and social development.

This ‘knowledge revolution’ manifests itself in many different ways: there are closer links between science and technology; innovation is more important for economic growth and competitiveness; there is increased importance of education and life-long learning; and more investment is undertaken in intangibles (R&D, software and education) which is even greater than investments in fixed capital. And of course there is the Information and Communication Technologies (ICT) explosion which brings worldwide interdependency and connectivity.

Increased importance of knowledge provides great potential for countries to strengthen their economic and social development by providing more efficient ways of producing goods and services and delivering them more effectively and at lower costs to a greater number of people. However, it also raises the danger of a growing ‘knowledge divide’ [rather than just a ‘digital divide’] between advanced countries, who are generating most of this knowledge, and developing countries, many of which are failing to tap the vast and growing stock of knowledge because of their limited awareness, poor economic incentive regimes, and weak institutions. Combined with trade policy liberalization, the knowledge revolution is leading to greater globalization and increased international competition, which is eroding the natural resource and low labor cost advantage of most developing countries.

To capitalize on the knowledge revolution to improve their competitiveness and welfare, developing countries need to build on their strengths and carefully plan appropriate investments in human capital, effective institutions, relevant technologies, and innovative and competitive enterprises. Countries such as Korea, Ireland, Malaysia, and Chileillustrate the rapid progress that can be made.

Framework for a Knowledge-based Economy

The following framework consisting of four pillars that help countries articulate strategies for their transition to a knowledge economy:

  • An economic and institutional regime that provides incentives for the efficient use of existing and new knowledge and the flourishing of entrepreneurship.
  • An educated and skilled population that can create, share, and use knowledge well.
  • An efficient innovation system of firms, research centers, universities, think tanks, consultants, and other organizations that can tap into the growing stock of global knowledge, assimilate and adapt it to local needs, and create new technology.
  • Information and Communication Technologies (ICT) that can facilitate the effective communication, dissemination, and processing of information.

Making effective use of knowledge in any country requires developing appropriate policies, institutions, investments, and coordination across the above four functional area.

The Skills & Innovation Policy (SIP) program includes five main product lines that are focused on clients’ transition to the knowledge economy, as well as assistance to organizations in client countries on knowledge management:

  1. Knowledge Economy Policy services for clients, including policy reports and policy consulting advice on various aspects of the knowledge economy. The program provides a spectrum of knowledge economy products (enhanced desk assessments, knowledge economy overview assessments, and full knowledge economy assessments) which allow us to meet the needs of different client countries.
  2. Knowledge Economy studies that are designed to bring together global learning and experience on the knowledge economy, such as on innovation systems.
  3. Learning events to build knowledge and skills and to facilitate exchange of experience and good/best practice on the knowledge economy.
  4. Knowledge products/tools, including the preparation of materials to support our learning events, websites, and the Knowledge Assessment Methodology (KAM).
  5. Knowledge Management  assistance to enhance the capacity of development-oriented organizations in the client countries to achieve greater impact through the application of knowledge management tools and practices.

The program has the potential to help all countries make the transition to a KE (not only medium to high income countries, but also low-income countries). The key issues and policy agenda will differ according to the needs and capabilities of each country. The program embarks on KE work in countries where:

  • It makes sense to pursue this agenda in a particular country – in other words, where an emphasis on developing a knowledge-based economy would offer the country additional growth potential and improvement in competitiveness, and where the country has a capacity to take the necessary steps to pursue this agenda;
  • There is strong demand from the client country and government is committed to the work;
  • There is interest from the Bank’s Country Team undertake such work; and
  • There are good interlocutors in the client country.

To date, the SIP program has undertaken innovative in-depth policy work customized to client needs in Argentina, Brazil, Chile, China, India, Korea, Mexico, Russia, Tanzania, and Turkey.

Perkembangan Teknologi di Zaman Modern

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI PDF Print E-mail
Written by Rini Ida N, ST, M.MT   
Wednesday, 07 January 2009 12:38
 

 

Saat ini kebutuhan akan teknologi, baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah kebawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok.Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya. Saat ini terjadi persaingan yang ketat antara 2 teknologi komunikasi yaitu selular dan FWA (fixed Wireless Access).Adapun perkembangan teknologi komunikasi terutama teknologi selular sudah di mulai sejak pertengahan tahun 90 an dengan mengusung teknologi 1G (Generasi Pertama) dengan menggunakan teknologi AMPS (Advance Mobile Phone System). Dimana teknologi AMPS ini pertama kali dipergunakan oleh pihak militer di Amerika Serikat.

 

 

 

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak lahirnya AMPS suda terjadi perkembangan yang sangat pesat dengan berbagai penemuan atau inovasi teknologi komunikasi dan , akhir tahun 90 an muncullah teknologi 2G (Generasi Kedua). perbedaan utama dari teknologi G1 dan G2 adalah g1 masih menggunakan sistem Analog sedangkan G2 sudah menggunakan sistem Digital. Teknologi 2G dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu TDMA (time division multiple access) dan CDMA (code division multiple access). TDMA sendiri berkembang ke dalam beberapa versi, yaitu GSM di Eropa, IDEN di Amerika, PDC di Jepang. Sedangkan CDMA berkembang pesat di AS dan Kanada. Kemampuan mencolok teknologi 2G adalah tidak hanya dapat digunakan untuk telpon,(voice)  tetapi juga untuk mengirim SMS (Short Message Service) yaitu mengirim pesan singkat dengan menggunakan text.Dengan adanya kehadiran teknologi generasi kedua, maka muncullah telnologi selular yg baru yaitu, GSM (Global System for Mobile communications) Suatu sistim komunikasi wireless 2G. Frekuensi yang dapat digunakan dalam GSM adalah 850Mhz, 900Mhz, 1800Mhz dan 1900Mhz.  Generasi selular kedua yang mempebaharui generasi pertama dalam bidang teknologinya yaitu digital, yang pada teori dasarnya merupakan pembaharukan dalam bidang transfer data, contohnya adalah GSM (menggunakan protokol CSD, HSCSD, GPRS dan EDGE) dan cdmaOne.Dengan adanya teknologi Generasi Kedua ini membuat perkembangan teknologi semakin cepat dengan menghadirkan berbagi kelebihan/fitur yang ditawarkan teknologi generasi kedua ini selain mengirim SMS dan voice. Tapi semua kelebihan ini juga masih belum memuaskan para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih bagus dengan segala kelebihannya dri teknologi terdahulu (generasi pertama dan kedua).

 

 

 

Maka awal tahun 2000 an muncullah teknologi generasi 2.5 (2.5 G) yang mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) Suatu protokol yang mengatur cara kerja transfer data pada sistim wireless GSM. Dalam teorinya kecepatan transfer data EDGE dapat mencapai 384 Kbps. Teknologi 2G ada perbaikan cukup signifikan, sehingga muncullah variannya, yaitu 2.5G dan 2.75G. Varian ini tidak dibuat oleh konsorsium, tetapi sebagai strategi pemasaran oleh beberapa pabrik ponsel. Ciri khas teknologi 2.5G (generasi dua setengah) adalah teknologi GPRS (global package radio service) yang dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar, tidak seperti SMS yang hanya dapat mengirim dan menerima alfa numerik saja. Generasi 2.5G ini ada juga yang menamakannya dengan generasi 2.75G, karena lebih dekat dengan teknologi 3G. Teknologi 2.5G (atau 2.75G) ini, di sistem GSM disebut sistem EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) sedang pada sistem CDMA disebut dengan CDMA 2000 1x. Keduanya memiliki kecepatan transfer data mendekati 144KB/detik. Evolusi dan perkembangan teknologi komunikasi ini tidak berhenti sampai disini, Negara-negara besar di Dunia baik itu Eropa, Asia & Amerika secara berlomba-lomba mengembangkan inovasi dan penelitian untuk menghadirkan teknologi yang mutakhir. Setelah adanya teknologi Generasi Pertama, Kedua dan teknologi 2.5 G, maka disusul kemudian dengan Generasi Ketiga (3G) yang menawarkan kelebihan yg lebih baik lagi baik dari segi kemampuan fitur dan Transfer Data dengan memiliki kecepatan Transfer data lebih cepat dari sebelumnya dalam menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan.

 

 

 

Keuntungan-Keuntungan

 

Akses jaringan berpita lebar memang jadi impian bagi pengguna teknologi yang hobi Internet, transfer data, dan multimedia. Kini konsumen sudah bisa menikmati akses Internet pita-lebar nirkabel di ponsel tanpa harus repot-repot mencari hotspot–sentra akses wireless fidelity (Wi-Fi) yang tak selalu gampang ditemukan. Kini Andalah yang jadi hotspot-nya.Semua itu berkat teknologi evolution data optimized (EV-DO), evolusi teranyar dari teknologi seluler CDMA2000 1x. Layanan multimedia, seperti video streaming, video sharing, tele-conference, hingga mobile TV, akan dapat dinikmati dengan mudah di ponsel–semudah menggunakannya di laptop.Sejak versi Rilis-0 dengan kecepatan data maksimum 2.400 kilobita per detik (kbps), generasi ketiga dari jalur CDMA ini berkembang dengan cepat. EV-DO Revisi-A, misalnya, memiliki kecepatan maksimal 3.100 kbps dan EV-DO Revisi-B memiliki kecepatan maksimum mencapai 46 ribu kbps alias 46 megapita per detik!Bandingkan dengan generasi teranyar jalur GSM: 3G W-CDMA/UMTS, hanya memiliki kecepatan maksimum 2.000 kbps, dan 3,5G high-speed downlink packet access (HSDPA) memiliki kecepatan maksimum 14.400 kbps. Pertarungan dua kubu ini makin seru, kan?

Last Updated on Tuesday, 14 July 2009 13:27